Wlcome Tab

Sunday, 27 October 2013

Kerangka Acuan Pelaksanan Ansos


1.            Fokus analisis pertama-tama memusatkan diri pada :
·         Sistem-sistem yang ada dalam komunitas
·         Dimensi-dimensi obyektif (organisasi, pola perilaku, dan lembaga-lembaga sosial) dan subyektif (kesadaran, nilai-nilai dan ideologi)

2.            Batas-Batas ANSOS
o   ANSOS tidak dirancang untuk menyediakan jawaban atas pertanyaan “apa yang kita perbuat”.
o   ANSOS bukanlah sebuah kegiatan esoteris (untuk kelompok kecil) monopoli kaum intelektual.
o   ANSOS bukan perangkat yang “bebas nilai”. ANSOS memungkinkan kita untuk bergulat dengan prasangka-prasangka kita sendiri, mengkritik asumsi-asumsi dasar kita dan menggali horison-horison baru yang terbuka bagi kita. Proses diskusi dalam kelompok mempunyai peranan yang sangat penting selama melakukan kunjungan lapangan.

3.            Prinsip Dasar Pendekatan Dalam Analisis Sosial


  1. Historis: dengan mempertimbangkan konteks struktur yang saling berlainan dari periode-periode yang berbeda, dan tugas strategi yang berbeda dalam tiap periode
  2. Unsur-unsur Struktural: dengan menekankan pentingnya pengertian tentang bagaimana masyarakat dihasilkan dan diinstruksikan serta bagaimana institusi-institusi saling berhubungan dalam ruang sosial.
  3. Kandungan nilai yang berorientasi pada keadilan sosial, khususnya bagi masyarakat yang rentan dan miskin.
  4. Tidak dogmatis, dapat menggunakan berbagai perspektif dan berbagai aliran analistis.

Analisis Sosial : Sebuah Metodologi

Analisis Sosial (ansos) merupakan salah satu metodologi yang dikembangkan  untuk mengetahui dan mendalami realitas sosial.  Ada dua pendekatan dalam ansos, yakni pendekatan akademis dan pendekatan pastoral. Pendekatan akademis mempelajari/mengkaji situasi sosial khusus dengan cara-cara yang benar-benar abstrak dan objektif, memerinci semua elemennya agar dimengerti dengan jelas. Sedangkan pendekatan pastoral memandang realitas dalam keterlibatan historis, mempertimbangkan situasi untuk bertindak. Sehingga ansos bukanlah sekedar ungkapan ilmu pengetahuan, akan tetapi ansos dilakukan lebih pada tujuan untuk diabdikan pada tindakan keadilan.

Ansos dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas dan lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan historis dan kulturalnya. Ansos berperan sebagai perangkat yang memungkinkan kita menangkap dan memahami realitas yang sedang kita hadapi. Ansos menggali realitas dari berbagai dimensi. Kadang memusatkan pada masalah-masalah khusus seperti masalah pengangguran, inflasi, atau kelaparan. Dalam kesempatan lain berpusat pada kebijakan-kebijakan yang tertuju kepada masalah-masalah tersebut. Ansos memungkinkan seseorang mempelajari dan menyelidiki lebih jauh struktur dari lembaga-lembaga ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan, karena dari struktur lembaga-lembaga tersebut munculnya masalah-masalah dan ke sana pula berbagai kebijakan tertuju.

Ansos memusatkan diri pada system sosial yang perlu dianalisis dari dimensi waktu (analisis historis) maupun menurut ruang (analisis struktural). Analisis historis mengkaji perubahan-perubahan sistem sosial dalam kurun waktu. Adapun analisis struktural menyajikan bagian yang representatif dari kerangka kerja dari sebuah sistem dalam momen waktu tertentu. Kedua analisis tersebut mesti dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh.


Dalam analisis, pada akhirnya kita akan dapat membedakan antara dimensi-dimensi objektif dan subjektif realitas sosial. Dimensi objektif mencakup berbagai organisasi, pola-pola perilaku, dan lembaga-lembaga/institusi yang memuat ungkapan-ungkapan structural secara eksternal. Sedang dimensi subjektif menyangkut kesadaran, nilai-nilai, dan ideologi. Unsur-unsur tersebut harus dianalisis untuk memahami berbagai asumsi yang aktif bekerja dalam situasi sosial yang ada.